Hubungan HbA1c Dengan eGFR Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di RS Swasta Surabaya

Henryette, Angela Merici (2025) Hubungan HbA1c Dengan eGFR Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di RS Swasta Surabaya. S1 thesis, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan St. Vincentius A Paulo Surabaya.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
2025-202302050-Angela Merici Henryette-Cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
2025-202302050-Angela Merici Henryette-Abstrak.pdf

Download (117kB)
[thumbnail of BAB 1 PENDAHULUAN] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2025-202302050-Angela Merici Henryette-Bab 1 Pendahuluan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (79kB) | Request a copy
[thumbnail of SKRIPSI LENGKAP] Text (SKRIPSI LENGKAP)
2024-202302050-Angela Merici Henryette-Skripsi Lengkap.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
2024-202302050-Angela Merici Henryette-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (85kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRACT

RELATIONSHIP BETWEEN HbA1c AND eGFR IN PATIENTS DIABETES MELLITUS TYPE 2 AT PRIVATE HOSPITAL SURABAYA

ANGELA MERICI HENRYETTE
202302050

Diabetes Mellitus caused by pancreas damaged, leads to insulin resistance. Prolonged uncontrolled hyperglycemia increases HbA1c and decreases eGFR. The purpose of this study was to identifiy a relationship between HbA1c and eGFR in patients Diabetes Mellitus Type 2. The research design used a correlation study with a cross sectional method. The study used total sampling, selecting 125 Type 2 DM accompanied tested of HbA1c and eGFR. Data were obtained through medical record documentation observation. Statistical analysis using ASDPP revealed a significant proportion (77%) of type 2 diabetic patients had HbA1c levels ≥ 6.5 % (diabetes) and while eGFR distributions were stage 2 (40 %). The relationship between HbA1c and eGFR was assessed by rank spearman with p value = 0.002 and r value = 0.277. The study results indicate a low-level positive correlation, suggesting that higher HbA1c levels are associated with advanced eGFR stages. Insulin resistance leads to elevated blood glucose, which binds to hemoglobin, forming HbA1c. This condition had hindered and damaged nephrons in the kidneys. The kidneys had experienced hyperfiltration and a decrease in eGFR. Patients with HbA1c ≥ 6.5% had required eGFR monitoring by having implemented four main pillars, namely education, dietary planning, physical exercise, and pharmacological therapy, thereby having helped to control blood sugar levels and prevent kidney complications.

Keyword: Diabetes Mellitus Tipe 2, HbA1c, eGFR

ABSTRAK
HUBUNGAN HbA1c DENGAN eGFR PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RS SWASTA SURABAYA

ANGELA MERICI HENRYETTE
202302050

Diabetes Mellitus disebabkan oleh kerusakan pankreas sehingga terjadi resistensi insulin. Kondisi hiperglikemia dalam waktu yang lama dan tidak terkontrol menyebabkan peningkatan HbA1c dan penurunan eGFR. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara HbA1c dengan eGFR pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Desain penelitian ini adalah studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling dengan jumlah sampel penelitian 125 pasien DM tipe 2 yang telah diperiksakan HbA1c dan eGFR. Data diperoleh melalui observasi dokumen rekam medis. Analisis statistik kuesioner menggunakan ASDPP didapatkan hasil sebagian besar (77 %) pasien DM tipe 2 memiliki kadar HbA1c ≥ 6.5% (diabetes) dan 40 % memiliki kadar eGFR stadium dua. Hubungan HbA1c dengan eGFR dinilai menggunakan uji korelasi rank spearman dengan nilai p = 0.002 dan r = 0,277. Hasil penelitian menunjukkan tingkat hubungan rendah dan arah hubungan positif, yang berarti semakin tinggi HbA1c semakin tinggi stadium eGFR. Kadar gula darah yang tinggi akibat resistensi insulin menyebabkan glukosa akan berikatan dengan hemoglobin membentuk HbA1c, semakin tinggi kadar glukosa maka semakin banyak HbA1c yang terbentuk. Kondisi ini menghambat dan merusak nefron pada ginjal. Ginjal akan mengalami hiperfiltrasi dan terjadi penurunan eGFR. Pasien dengan HbA1c ≥ 6,5% memerlukan pemantauan eGFR dengan melaksanakan empat pilar utama, yaitu edukasi, perencanaan diet, latihan jasmani, dan terapi farmakologi sehingga membantu mengendalikan gula darah dan mencegah komplikasi ginjal.

Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, HbA1c, eGFR

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: HbA1c, eGFR, Diabetes Mellitus Tipe 2
Subjects: R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Program Studi > S1 Ilmu Keperawatan
Depositing User: Angela Merici Henryette
Date Deposited: 06 Feb 2025 03:02
Last Modified: 06 Feb 2025 03:02
URI: http://repositori.stikvinc.ac.id/id/eprint/945

Actions (login required)

View Item
View Item